About

Pages

Jumat, 16 Maret 2012

makalah Metode Pembelajaran PAI

PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN SECARA UMUM
PRINSIP-PRINSIP METODE PEMBELAJARAN DALAM AL-QUR’AN
PENDAHULUAN
Metode berbeda dengan cara. Secara singkat metode ialah bagian dari metodologi. Karena metodologi berisi metode-metode. Metode ialah
Dalam sistem pendidikan metode sangat mempengaruhi proses pendidikan itu sendiri. Paradigma pendidikan sekarang lebih mementingkan proses pendidikan daripada tujuan pendidikannya. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang tidak mempunyai kesempatan belajar dengan guru yang baik dan dengan metode yang benar.

PEMBAHASAN
Prinsip-prinsip Pembelajaran Secara Umum
1. Prinsip motivasi
Dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus senantiasa memberikan motivasi kepada siswa agar tetap memiliki gairah dan semangat dalam melakukan pembelajaran.
2. Prinsip latar/konteks
Guru harus mengenal dan mngetahui latar belakang siswa secara lebih mendalam, dalam proses pembelajaran penggunaan contoh-contoh, memanfaatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar, serta menghindari pengulangan yang tidak diperlukan jika anak sudah mampu memahami sesuatu yang dipelajari.
3. Prinsip keterarahan
Sebelum melakukan pembelajaran guru diharuskan untuk merumuskan lalu menjelaskan tujuan yang akan dicapai setelah pembelajaran selesai dilakukan, kemudian menyiapkan bahan dan alat yang sesuai dengan materi yang diberikan serta menggunakan strategi pembelajaran yang dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan.
4. Prinsip hubungan sosial
Interaksi antar guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan lingkungan dan seterusnya sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan pembelajaran yang diberikan sehingga tercapai tujuan yang diharapkan.
5. Prinsip belajar sambil bekerja
Dalam melakukan pembelajaran siswa harus banyak diberikan kesempatan untuk melakukan percobaan atau praktek sesuai dengan materi yang ada, siswa diharapkan dapat menemukan pengertiannya dalam psoses pembelajaran sehingga hasil belajar yang dicapai dapat lebih bermakna.
6. Prinsip Individualisasi
Kemampuan guru dalam mengenali dan memahami siswa secara individu baik kelebihan ataupu kelemahan siswa dapat diketahui oleh guru,sehingga dalam melakukan pembelajaran guru tidak menyamakan kemampuan siswa sehingga masing-masing siswa mendapatkan perhatian dan perlakuan yang sesuai dengan kemampuannya.
7. Prinsip menemukan
Guru diharuskan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang mampu memancing dan melibatkan siswa untuk aktif, baik secara fisik, mental, sosial, dan emosional.
8. Prinsip pemecahan masalah
Hendaknya pembelajaran yang dilakukan mengandung unsur pemecahan masalah sehingga siswa dilatih untuk berfikir, merumuskan, mengumpulkan data dan menganalisis serta menyelesaikan permasalahan yang ada.
9. Prinsip kasih sayang
Pembelajaran yang dilakukan hendaknya tidak mengesampingkan prinsip kasih sayang sehingga siswa merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam belajar, tanpa merasa takut dan tertekan.

Memahami Prinsip-Prinsip Metode Pembelajaran Secara Umum



Memahami Prinsip-Prinsip Metode Pembelajaran Dalam Al-Qur’an
Pendidikan Islam mencakup pengajaran umum dan pengajaran agama. Metode pengajaran (terutama dalam arti urutan langkah mengajar
Menurut al-Nahlawi (1989:283), dalam al-Qur’an dan hadits dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan, menanamkan rasa iman, mendidik jiwa dan membangkitkan semangat ialah sebagai berikut:
1. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi
Hiwar (dialog) ialah percakapan silih berganti atara dua pihak atau lebih mengenai suatu topik, dan dengan sengaja diarahkan kepada satu tujuan yang dikehendaki. Hiwar mempunyai dampak yang dalam bagi pembicara dan juga bagi pendengar pembicaraan itu.
Menurut al-Nahlawi (1989-285), dalam al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw terdapat berbagai jenis hiwar, seperti:
ü Hiwar khitabi atau ta’abbudi
ü Hiwar washfi
ü Hiwar qishashi (percakapan tentang sesuatu melalui kisah)
ü Hiwar jadali
ü Hiwar nabawi
Dalam setiap hiwar jalan dialog harus disusun sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Hiwar khitabi atau ta’abbudi merupakan dialog yang diambil dari dialog antara Tuhan dengan hamba-Nya. Tuhan memanggil hamba-Nya dengan mengatakan, “Wahai orang-orang yang beriman,” dan hamba-Nya menjawab dalam kalbunya dengan mengatakan, “Kusambut panggilan Engkau, ya Rabbi.” Dialog antara Tuhan dan hamba-Nya ini menjadi petunjuk bahwa metode dialog merupakan metode pengajaran yang pernah digunakan Tuhan dalam mengajari hamba-Nya.
Adapun hiwar washfi ialah dialog antara Tuhan dengan malaikat atau dengan makhluk ghaib lainnya, misalnya dalam surat al-Shaffat ayat 27-28

2. Metode kisah Qur’ani dan Nabawi
Dalam pendidikan Islam, terutama pendidikan agama Islam (sebagai suatu bidang studi), kisah sebagai metode pendidikan yang amat penting, alasannya adalah:
a. Kisah selalu memikat karena mengundang pembaca atau pendengar untuk mengikuti peristiwanya, merenungkan maknanya.
b. Kisah Qur’ani dan Nabawi dapat menyentuh hati manusia karena kisah itu menampilkan tokoh dalam konteksnya yang menyeluruh.
c. Kisah Qur’ani mendidik perasaan keimanan.

3. Metode Amtsal (perumpamaan)
Adakalanya Tuhan mengjari umat dengan membuat perumpamaan, misalnya dalam surat Al-Baqarah ayat 17:
Perumpamaan orang-orang kafir itu adalah seperti orang yang menyalakan api.
Cara seperti itu dapat juga digunakan oleh guru dalam mengajar. Pengungkapannya tentu saja sama dengan metode kisah, yaitudengan berceramah atau memebaca teks. Kebaikan metode ini antara lain ialah sebagai berikut:
a. Mempermudah siswa memahami konsep yang abstrak.
b. Perumpamaan dapat merangsang kesan terhadap makna yang tersirat dalam perumpamaan tersebut.
c. Merupakan pendidikan agar bila menggunakan perumpamaan haruslah logis, mudah dipahami.
d. Amtsal Qurani dan Nabawi memberikan motivasi kepada pendengarnya untuk berbuat amal baik dan menjauhi kejahatan.

4. Metode Teladan
Pedoman itu memang diperlukan karena pendidik tidak dapat bertindak secara alamiah saja agar tindakan pendidikan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien. Di sinlah teladan merupakan salah satu pedoman bertindak.
Murid-murid cenderung meneladani pendidiknya, ini diakui oleh seluruh ahli pendidikan baik dari barat maupun dari timur. Dasarnya ialah karena secara psikologis anak memang senang meniru, tidak saja yang baik, yang jelek pun ditirunya.
Sifat anak didik itu diakui dalam islam. Umat meneladani nabi, Nabi meneladani Al-qur’an. Aisyah pernah berkata bahwa ahlak Rasulullah itu adala Al-qur’an.
Pribadi Rasul itu adalah interpretasi Al-qur’an seacra nyata. Tidak hanya caranya beribadah, caranya berkehidupan sehari-haripun kebanyakan merupakan contoh tentang cara berkehidupan islami.
Metode pendidikan islam berpusat pada keteladanan. Yang memberikan teladan itu adalah guru, kepala sekolah, dan semua aparat sekolah. Dalam pendidikan masyarakat, teladan itu adalah para pemimpin masyarakat dan para dai. Teladan untuk guru-guru ialah Rasulullah. Rasul itu teladan yang terbaik. Rasul meneladankan bagaimana kehidupan yang dikehendaki Tuhan karena Rasul itu adalah penafsiran ajaran Tuhan.
Secara psikologis ternyata manusia memang memerlukan tokoh teladan dalam hidupnya, ini dalah sifat pembawaan. Taqlid (meniru) adalah salah satu sifat pembawaan manusia.

5. Metode Pembiasaan
Inti pembiasaan adalah pengulangan. Karena pembiasaan berintikan pengulangan, mak metode pembiasaan juga berguna untuk menguatkan hafalan. Rasulullah berulang-ulang berdoa dengan doa yang sama. akibatnya dia hafal benar doa itu dan sahabatnya yang mendengarkan doa yang verulag-ulang itu juga hafal doa itu.

6. Metode ‘Ibrah dan Mau’izah
Menurut pendapat Al-Nahlawi, ‘ibrah ialah suatu kondisi psikis yang menyampaikan manusia kepada intisari sesuatu yang disaksikan, yang dihadapi, dengan menggunakan nalar yang menyebabkan hati mengakuinya. Adapun Mau’idhoh ialah nasihat yang lembut yang diterima oleh hati yang menjelaskan pahala dan ancamannya.
Pendidikan islam memberikan perhatian khusus kepada metode ‘ibrah agar pelajar dapat mengambilnya dari kisah-kisah dalam Al-qur’an,

7. Metode Targhib dan Tarhib
Targhib ialah janji terhadap kesenangan, kenikmatan akhirat yang disertai bujukan. Tarhib ialah ancaman karena dosa yang dilakukan. Targhib bertujuan agar manusia mematuhi aturan Allah, Tarhib juga demikian. Pada intinya targhib agar melakukan kebaikan sedangkan tarhib agar menjauhi kejahatan.

0 komentar:

Poskan Komentar